Kapolres Jombang Beri Penghargaan kepada Pamapta Polres Jombang atas Tindakan Sigap Tangani Laporan Kedubes Kamboja

JOMBANG — Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR memberikan penghargaan kepada personel Pamapta Polres Jombang atas respons cepat dan penanganan profesional terhadap kasus kekerasan yang menimpa Warga Negara Asal (WNA) Kamboja di Kabupaten Jombang. Penghargaan tersebut diberikan setelah tindakan sigap personel Polres Jombang mendapat apresiasi langsung dari Duta Besar Kerajaan Kamboja untuk Indonesia, H.E. Tean Samnang.

Peristiwa bermula pada 21 Januari 2026 ketika Kedutaan Besar Kamboja menghubungi call center 110 Polri untuk melaporkan kekhawatiran atas kondisi seorang warganya, Hun Sreyly (28), yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh suaminya serta tidak dapat dihubungi.

Menerima informasi tersebut, Pamapta III Polres Jombang Ipda Nur Wahyu P., S.H. segera memimpin tim piket fungsi menuju lokasi kejadian di Perumahan Grand Nature, Desa Pulo Lor, Kabupaten Jombang. Di lokasi, personel berhasil melakukan pendekatan dialogis kepada pihak terlapor, mengevakuasi korban bersama putranya yang berusia 11 bulan, sekaligus memberikan pendampingan oleh personel Polwan.

Atas tindakan responsif dan humanis tersebut, Duta Besar Kamboja H.E. Tean Samnang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, menegaskan bahwa kerja sama dan koordinasi lintas negara dalam rangka perlindungan WNA telah terjalin dengan baik.

Setelah menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Jombang, dan berdasarkan kesepakatan para pihak, korban beserta anaknya kemudian difasilitasi untuk pulang ke negaranya. Kepulangan keduanya turut dikawal langsung oleh anggota Reskrim hingga tiba di Bandara Juanda Surabaya.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa pemberian penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi seluruh jajaran Polres Jombang agar terus memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat, termasuk Warga Negara Asing yang berada di wilayah hukumnya.

banner 400x130

Polsek Guluk-Guluk Bersama TNI dan Masyarakat Tangani Tanah Longsor di Desa Payudan Daleman

SUMENEP – Polsek Guluk-Guluk Polres Sumenep bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Artakoh, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 16 Desember 2025 sekitar pukul 02.00 WIB, akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Tanah longsor tersebut menutup akses jalan kampung yang menghubungkan Desa Payudan Daleman dengan Desa Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk. Akibatnya, jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, anggota Polsek Guluk-Guluk bersama anggota Koramil Guluk-Guluk, Forkopimka Kecamatan, serta masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti membersihkan material tanah yang menutup badan jalan. Kegiatan gotong royong dilakukan dengan peralatan seadanya guna membuka kembali akses jalan yang terdampak longsor.

Hasil dari kerja bakti tersebut, akses jalan yang semula tertutup kini sudah dapat dilalui secara terbatas oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun demikian, untuk kendaraan roda empat masih belum dapat melintas karena volume tanah longsoran cukup besar dan memerlukan penanganan menggunakan alat berat.

Sehubungan dengan keterbatasan peralatan di lapangan, Polsek Guluk-Guluk memohon dukungan dan koordinasi pimpinan Polres Sumenep untuk menjembatani komunikasi dengan BPBD Kabupaten Sumenep agar dapat menurunkan alat berat berupa ekskavator, sehingga akses jalan dapat kembali berfungsi normal dan dilalui kendaraan roda empat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Guluk-Guluk AKP Akhmad Gandi, S.H., juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga Dusun Artakoh agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem dan wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan yang rawan longsor. Warga diminta memperhatikan tanda-tanda awal longsor, menghindari aktivitas di lereng atau tebing saat dan setelah hujan, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila situasi membahayakan.

AKP Akhmad Gandi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan di sekitar lereng, serta segera melaporkan kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, atau Polsek terdekat apabila terjadi pergerakan tanah atau kondisi mencurigakan.