Program RT Keren 2025 Kota Blitar Disorot: Pembangunan Saluran di Kepanjenlor Dipertanyakan, Lurah Buka Suara

BLITAR – Program pemberdayaan masyarakat unggulan Pemerintah Kota Blitar, yang kini bertajuk RT Keren, dipastikan berlanjut pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp 30 miliar untuk 600 RT. Program ini tetap berfokus pada kegiatan fisik seperti perbaikan infrastruktur berskala kecil (drainase, fasilitas publik) dan kegiatan non-fisik (pelatihan dan pemberdayaan masyarakat).

Namun, pelaksanaan program di tingkat kelurahan mulai menuai sorotan. Di Kelurahan Kepanjenlor, muncul pertanyaan terkait pembangunan saluran yang tengah dilaksanakan di RT 7, namun diduga anggarannya dialokasikan untuk RT 6.

Saat dikonfirmasi, Lurah Kepanjenlor, Iwan Suharno, membenarkan adanya pembangunan saluran di lokasi perbatasan dua RT tersebut. Menurutnya, hal tersebut sah-sah saja dilakukan, asalkan telah melalui proses musyawarah dan mufakat antar-RT, mengingat lokasi saluran yang berada di antara kedua wilayah tersebut.

“Prinsipnya, jika lokasinya memang di perbatasan dan sudah ada kesepakatan antar-RT, hal itu bisa dilaksanakan demi kepentingan bersama,” ujar Iwan Suharno.

Selain isu alokasi dana, proyek pembangunan saluran ini juga disorot mengenai dugaan penggunaan besi yang tidak sesuai spesifikasi. Terkait hal ini, Lurah Iwan Suharno menyatakan akan segera melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan kualitas material yang digunakan.

Dari pengamatan awak media saat melihat langsung di lokasi pekerjaan, besi yang digunakan bukan SNI, daging beton kurang Dr 2,5 cm.

Sementara itu, dugaan adanya pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh para pekerja ditegaskan oleh Lurah. “Mengenai K3 K tidak dipakai, kami pastikan itu tidak benar,” tegasnya.

Masalah lain yang muncul adalah ketiadaan papan proyek atau papan informasi di lokasi pekerjaan, yang seharusnya dipasang untuk menjamin transparansi publik. Menanggapi hal ini, Lurah Kepanjenlor berjanji akan segera meminta pihak pelaksana untuk memasang papan informasi tersebut.

“Papan proyek akan segera kami minta untuk dipasang, agar masyarakat mengetahui detail anggaran dan waktu pelaksanaan proyek,” pungkas Iwan Suharno.

Program RT Keren Kota Blitar yang mengalokasikan dana signifikan per RT ini memang mensyaratkan seleksi ketat untuk tenaga pendamping. Langkah ini dilakukan Pemerintah Kota Blitar untuk memastikan penyaluran dana yang tepat guna dan menghindari penyimpangan. Sorotan di Kepanjenlor ini diharapkan menjadi catatan bagi Pemerintah Kota dan tenaga pendamping untuk meningkatkan pengawasan, terutama terkait transparansi anggaran, spesifikasi teknis, dan kepatuhan K3 K di lapangan.

banner 400x130

Kapolres Pegaf Kompol Bernadus Okoka Canangkan Program Polisi Cilik di Pegunungan Arfak


Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Cetak Generasi Taat dan Mandiri

Pegunungan Arfak – Kapolres Pegunungan Arfak, Kompol Bernadus Okoka, mencanangkan program Polisi Cilik sebagai langkah awal pembinaan karakter generasi muda di wilayah pegunungan. Program ini akan merekrut siswa kelas 2 hingga kelas 4 SD, khususnya dari SD PPGI Pegunungan Arfak, sebagai bentuk penanaman disiplin dan kepribadian sejak usia dini.

Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, Kapolres berdiskusi dengan Kepala Sekolah mengenai pentingnya pembinaan anak-anak melalui kegiatan terstruktur, seperti latihan baris-berbaris, pembentukan sikap disiplin perorangan maupun kelompok, serta penanaman nilai kepatuhan terhadap orang tua, guru, dan ajaran agama.

Kapolres juga mengungkapkan rencana lanjutan untuk membentuk Saka Bhayangkara bagi siswa SMP dan SMA, guna memperluas pembinaan dalam bentuk karakter yang mandiri, tangguh, dan berjiwa nasionalis.

“Melalui program ini, kami berharap dapat mencetak anak-anak Pegunungan Arfak menjadi pribadi yang disiplin, taat aturan, dan mampu melihat perannya di tanah yang Tuhan berikan bagi mereka,” ujar Kompol Bernadus Okoka. redaksi 

Kapolres Pegaf dan Kepala Inspektorat Pegunungan Arfak Perkuat Pencegahan Pungli melalui Program Cyber Pungli TA.2025


Metro Online–Pegunungan Arfak, Papua Barat — Guna memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai target dan bebas dari praktik pungutan liar, Kapolres Pegunungan Arfak, Kompol Bernadus Okoka, bersama Kepala Inspektorat Daerah menggelar rapat terbatas membahas strategi sosialisasi program Cyber Pungli Tahun Anggaran 2025.

Rapat ini menjadi langkah awal penting, mengingat Kabupaten Pegunungan Arfak telah memasuki Triwulan II yang menandai dimulainya tahap pelaksanaan anggaran. Dalam forum tersebut, disepakati bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan pungli harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Program Cyber Pungli adalah bentuk komitmen kita dalam menjaga integritas pelayanan publik. Sosialisasi ini akan menyasar langsung stakeholder yang bersentuhan dengan masyarakat agar tidak ada ruang untuk praktik pungutan liar,” ujar Kompol Bernadus Okoka.

Kepala Inspektorat menegaskan bahwa pencegahan lebih penting daripada penindakan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian vital dalam menumbuhkan budaya pelayanan yang bersih dan transparan.

Kegiatan sosialisasi nantinya akan melibatkan perangkat daerah, aparat kampung, tokoh adat, hingga organisasi masyarakat. Harapannya, dengan partisipasi aktif seluruh elemen, layanan publik di Pegunungan Arfak dapat terus ditingkatkan dan berjalan tanpa hambatan.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada program ini sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi dan pungli. Redaksi