Polres Arfak Trending di Google !! Di Bawah Kepemimpinan Kompol Bernadus Okoka, Kegiatan Edukatif Tuai Apresiasi Publik dan Akademisi UI


Jakarta – Polres Pegunungan Arfak (Pegaf) mencuri perhatian publik dan media nasional. Bukan karena kasus kriminal besar, melainkan karena rangkaian kegiatan edukatif, sosial, dan humanis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di bawah komando Kompol Bernadus Okoka, kepolisian tampil sebagai institusi yang ramah, hadir, dan menjadi bagian dari solusi nyata di tengah masyarakat.

Fenomena ini mencuat hingga ke jagat digital. Berdasarkan data Google Search Console, artikel-artikel yang memuat kegiatan Polres Pegaf mencatat puluhan ribu pembaca per artikel. Ini menjadi indikator bahwa kerja positif aparat di daerah terpencil sekalipun mampu menjadi magnet perhatian nasional, bahkan mengisi posisi trending dalam pencarian Google Indonesia.

Pemimpin yang Dekat dan Bekerja dengan Hati

Di bawah kepemimpinan Kompol Okoka, Polres Pegaf tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam penyuluhan pendidikan, pembinaan pemuda, pelayanan kesehatan, dan kegiatan sosial lintas komunitas. Yang membedakan adalah keterlibatan langsung sang Kapolres dalam hampir semua kegiatan tersebut.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya melihat polisi sebagai penegak hukum. Polisi juga bisa menjadi sahabat, penggerak semangat belajar, dan mitra dalam membangun kampung,” ujar Kompol Bernadus Okoka dalam sebuah kegiatan literasi bersama pelajar di Distrik Catubouw.

Pakar UI: Sudah Saatnya Sosok Seperti Ini Diapresiasi Pimpinan Tertinggi Polri

Kinerja luar biasa Polres Pegaf tidak hanya menuai simpati warga, tetapi juga mendapatkan perhatian dari akademisi. Dr. Devie Rahmawati, pakar komunikasi publik dari Universitas Indonesia, menyebut bahwa kepemimpinan Kompol Okoka adalah contoh nyata dari model komunikasi publik transformatif yang sangat langka di institusi kepolisian.

“Ketika sosok Kapolres mampu menciptakan perubahan positif dan menginspirasi ribuan orang, baik secara langsung maupun melalui media digital, maka sudah sepatutnya kinerja seperti ini mendapat apresiasi dari pimpinan tertinggi Polri,” tegas Dr. Devie.

Ia juga menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diharapkan memberikan penghargaan resmi kepada anggota-anggota Polri yang tidak hanya menjalankan tugas rutin, tapi juga mampu membangun kepercayaan dan kedekatan sosial dengan masyarakat.

“Sosok seperti Kompol Bernadus Okoka adalah wajah baru Polri yang sangat dirindukan masyarakat. Kita butuh lebih banyak figur polisi seperti beliau. Memberi apresiasi bukan hanya soal penghargaan personal, tetapi juga sinyal bahwa Polri mendorong pola kepemimpinan yang humanis dan berdampak,” tambahnya.

Simbol Harapan dan Perubahan

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi Polri, apa yang dilakukan Polres Pegaf menjadi angin segar. Narasi positif yang disebarkan secara konsisten  baik melalui aksi nyata maupun publikasi media menciptakan citra baru kepolisian sebagai pengayom yang rendah hati, dekat dengan warga, dan proaktif dalam pembangunan sosial.

Jika figur seperti Kompol Okoka terus didukung dan dijadikan teladan, maka reformasi di tubuh Polri bukan hanya menjadi wacana, melainkan kenyataan. Red

banner 400x130

POLRES PEGUNUNGAN ARFAK FASILITASI DOA BERSAMA & PROSESI ADAT KORBAN TANAH LONGSOR DI KAMPUNG JIM

 

Pegunungan Arfak, 25 Mei 2025 – Polres Pegunungan Arfak memfasilitasi pelaksanaan doa bersama dan prosesi adat bagi keluarga korban tanah longsor di Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Minggu (25/5).

Kegiatan kemanusiaan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Pegunungan Arfak Kompol Bernadus Okoka, S.E., M.H, Dandim 1812 Letkol Czi Indra Dhanu Abidin, Kalaksa SAR Manokwari Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P, serta unsur Forkopimda, tokoh agama, dan perwakilan keluarga korban dari Suku Timor dan Suku Talaud.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.30 WIT dengan perjalanan ke lokasi bencana. Sesampainya di tempat kejadian, Kapolres memberikan pengarahan dan menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada keluarga yang masih kehilangan anggota keluarganya.

Prosesi doa dipimpin oleh Pdt. Matius Igomu, menggunakan bahasa daerah setempat, serta dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci oleh Bapa Gembala Jemaat Petrus Jim. Seusai doa bersama, keluarga korban melaksanakan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan dan pelepasan secara budaya.

“Kami sudah berupaya maksimal bersama TNI, Basarnas, dan seluruh personel dalam pencarian. Namun kami juga manusia biasa, ada keterbatasan. Segala yang terjadi adalah kehendak Tuhan,” ujar Kapolres dalam sambutannya.

Keluarga korban dan masyarakat Kampung Jim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan dari Polri, TNI, Basarnas, dan pemerintah, termasuk bantuan sosial berupa sembako.

Polres Pegunungan Arfak mencatat bahwa masih ada rasa trauma yang mendalam di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, jajaran Polres akan menggelar kegiatan trauma healing dan melanjutkan koordinasi dengan keluarga korban.

Kegiatan ditutup pada pukul 11.00 WIT, dan seluruh rombongan kembali ke posko gabungan pencarian dan bantuan bencana.


Dokumentasi kegiatan terlampir.
Humas Polres Pegunungan Arfak
“WAAJA KEEMA NENE KAPOKA”

Tahanan Polres Sorong Diduga Dianiaya hingga Kritis, Keluarga Desak Kapolda Usut Tuntas

SORONG – Ortizan Tarage, atau yang akrab dipanggil Otis, tahanan Polres Kota Sorong, dikembalikan ke keluarganya dalam kondisi mengenaskan. Diduga, Otis mengalami penganiayaan berat oleh oknum anggota Resmob Polres Sorong yang dikenal dengan julukan Tim Mangewan. Luka lebam di seluruh tubuh dan gangguan organ dalam seperti ginjal dan limpa ditemukan setelah Otis dipukul dengan benda keras.

Menurut keluarga, sebelum ditahan Otis dalam keadaan sehat tanpa riwayat gangguan ginjal. Namun kini, setelah penahanan, kondisi kesehatannya memburuk drastis. “Tubuh Otis penuh luka dan lebam. Dia sesak napas dan mengalami gangguan fungsi organ. Ini bukan penegakan hukum, tapi penganiayaan,” ujar Ferry Onim, Ketua FORKOM IMEKKO Bersatu Provinsi Papua Barat Daya.

Ferry menegaskan, pihaknya mendesak Kapolda Papua Barat Daya untuk mengusut tuntas dan menindak tegas oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Otis. “Kalau memang ada aturan hukum yang membolehkan penyiksaan terhadap tahanan, tunjukkan pasalnya. Jika tidak, kenapa masih terjadi tindakan brutal seperti ini?” tegasnya.

Keluarga Otis juga mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum dan memperjuangkan keadilan, jika terjadi hal-hal buruk terhadap Otis. “Kalau sampai terjadi sesuatu pada Otis, kami akan bawa jenazahnya kembali ke Polres sebagai bentuk protes terhadap perlakuan aparat,” ujar Ferry.

Kasus ini juga menjadi sorotan publik, mengingat dugaan praktik penyiksaan terhadap tahanan sebelumnya di Polres Kota Sorong yang pernah menelan korban jiwa. Selain itu, Ferry menyebutkan bahwa penegakan hukum di Sorong terkesan tebang pilih dan ada pembiaran terhadap praktik ilegal seperti judi sabung ayam dan peredaran minyak ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Kota Sorong belum memberikan tanggapan resmi meski telah dimintai klarifikasi oleh awak media.


Laporan FO

Polres Pegunungan Arfak komitmen berantas pungli tanpa kompromi

Metro Online–Pegunungan Arfak, Papua Barat – Polres Pegunungan Arfak bersama Polda Papua Barat menggencarkan operasi pemberantasan pungutan liar (pungli) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli. Dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2016 dan Keputusan Bupati Pegunungan Arfak No. 1.42.1/785/UPPL-Pegaf/2023, Satgas ini hadir sebagai garda depan dalam memerangi praktik ilegal yang merugikan masyarakat

Dipimpin langsung oleh bapak Kapolres Pegunungan Arfak Kompol Bernadus Okoka, S.E., M.H., Satgas Saber Pngli fokus pada pencegahan, penindakan, dan penegakan hukum terhadap pelaku pungli di berbagai sektor layanan publik seperti pendidikan, perizinan, kepegawaian, hingga pengadaan barang dan jasa.

> “Pungli bukan hanya merugikan ekonomi, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik. Kami tidak akan kompromi,” tegas Kompol Okoka.

Dalam aksinya, Satgas Saber Pungli tidak hanya menindak tegas para pelaku, tetapi juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik pungli, baik secara langsung maupun melalui media elektronik.

“Ada pungli? LAPOR SEGERA!” menjadi seruan utama Satgas kepada seluruh masyarakat Pegunungan Arfak.

Sumber Humas Polres Pegaf