Sinergi TNI dan Warga Percepat Pembangunan Desa Klitik

Ngawi, RN – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, telah rampung 100 persen dan selesai tepat waktu. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat yang bekerja secara gotong royong demi percepatan pembangunan infrastruktur koperasi. Sabtu (10/1/2026).

Danramil Geneng, Kapten Arm Badrul Alam, melakukan terobosan sekaligus pengawasan langsung dengan menginisiasi pengerjaan KDMP melalui kerja bakti bersama warga. Pendekatan gotong royong tersebut terbukti efektif dalam mempercepat proses pembangunan tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

“Pembangunan ini adalah wujud kebersamaan. Dengan gotong royong, pekerjaan berat menjadi ringan dan dapat diselesaikan lebih cepat,” ujar Kapten Arm Badrul Alam di sela kegiatan.

Kepala Desa Klitik, Suprapti, menyampaikan dukungan penuh sejak tahap awal hingga selesainya pembangunan KDMP. Ia mengapresiasi peran aktif TNI dan antusiasme masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pembangunan.

“Alhamdulillah, program Koperasi Desa Merah Putih berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Ini berkat kerja sama semua pihak, terutama dukungan dari Danramil Geneng dan partisipasi masyarakat Desa Klitik,” ungkap Suprapti.

Dengan rampungnya KDMP Desa Klitik, diharapkan koperasi ini dapat menjadi penggerak ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pembangunan ini juga menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga mampu menghasilkan pembangunan yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.(don)

Artikel Sinergi TNI dan Warga Percepat Pembangunan Desa Klitik pertama kali tampil pada Reportase News.

banner 400x130

Melalui DBHCHT 2025, Pemkab Blitar Percepat Transformasi Layanan Kesehatan Daerah

BLITAR — Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kesehatan masyarakat melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. Dengan total dana yang diterima sebesar Rp15,2 miliar, fokus utama Pemkab Blitar adalah menjamin akses kesehatan yang merata bagi seluruh warganya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Murdianto, menjelaskan bahwa mayoritas dana DBHCHT, yaitu sekitar Rp12,6 miliar, akan disalurkan untuk Program Bantuan Iuran Daerah (PBID).

“PBID menjadi program paling prioritas. Dana ini secara khusus membiayai iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu, memastikan mereka tetap memiliki jaminan kesehatan tanpa terkendala biaya,” terang Murdianto.

Selain fokus pada jaminan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera, anggaran DBHCHT juga dialokasikan untuk memperkuat sarana dan ketersediaan logistik di fasilitas kesehatan.

Rehabilitasi Fasilitas Kesehatan: Sejumlah Rp1,68 miliar disiapkan untuk rehabilitasi dan peningkatan sarana di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Pengadaan Obat-obatan: Sebanyak Rp864 juta dialokasikan untuk memastikan ketersediaan dan keamanan stok obat-obatan di seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Blitar.

Murdianto menyatakan keyakinannya bahwa tambahan anggaran ini akan membuat pelayanan kesehatan di Blitar menjadi lebih cepat, tepat, dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk di pedesaan.

Secara keseluruhan, alokasi DBHCHT Kabupaten Blitar tahun 2025 didistribusikan ke tiga sektor utama dengan porsi sebagai berikut:

  • 40 persen untuk sektor Kesehatan
  • 50 persen untuk Pemberdayaan Masyarakat
  • 10 persen untuk Penegakan Hukum (termasuk upaya penanggulangan peredaran rokok ilegal).

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap penyaluran dana DBHCHT ini dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.