Mama-Mama Papua Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Pelatihan Rajut Tenun, Tegaskan Dukungan pada Asta Cita di Tanah Papua

 

Berita Nasional:Sosialisasi dan pelatihan Rajut Tenun Asli Papua kembali digelar di Papua Barat Daya sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya Mama-Mama Papua. Kegiatan ini dipimpin oleh Yosina Rita Pulanda, Ketua UMKM Rajut Tenun Asli Papua, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan nyata berupa alat-alat tenun dan material pendukung.

Menurut Yosina, bantuan tersebut telah membuka ruang pelatihan yang lebih luas bagi Mama-Mama Papua untuk mengembangkan keterampilan tenun tradisional—keterampilan yang menjadi identitas budaya sekaligus peluang ekonomi. Ia menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bukti komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya program pemberdayaan masyarakat di wilayah Timur Indonesia.

Dalam kegiatan ini, Mama-Mama Papua secara resmi menerima program MBG (Modal Bagi Gerak) dan PKG (Produktivitas Keluarga Gerak) yang digulirkan pemerintah di Papua Barat Daya. Program ini dinilai tepat sasaran karena langsung menyentuh kebutuhan lapangan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yosina juga menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah tersebut sangat kuat di kalangan Mama-Mama Papua. Ia menyampaikan bahwa jika ada pihak yang menolak program Presiden Prabowo, Mama-Mama Papua siap mempertanyakan alasan penolakan tersebut.

“Mama Papua sudah menerima bukti nyata program Bapak Presiden. Kami siap turun bertanya kalau ada yang menolak, karena kami merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.

Pelatihan Rajut Tenun Asli Papua ini tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga menjaga kelestarian budaya lokal melalui karya-karya tenun yang khas dan memiliki nilai jual tinggi. Pemerintah daerah pun menyambut baik langkah ini, karena sejalan dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Papua.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang bisa diperluas ke daerah lain di Tanah Papua, sehingga semakin banyak perempuan Papua yang terlibat aktif dalam penguatan ekonomi kreatif lokal.

banner 400x130

Disperindag Blitar Genjot Kualitas SDM Lewat Pelatihan Pelintingan Rokok DBHCHT Tahap III

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali mengoptimalkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 dengan menggelar Pelatihan Pelintingan Rokok Tahap III. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri hasil tembakau.

Pelatihan berlangsung selama lima hari pada akhir Oktober 2025 dan diikuti oleh puluhan pekerja rokok dari berbagai perusahaan di Kabupaten Blitar. Program ini dirancang untuk mengasah tiga aspek utama keterampilan pelintingan rokok, yakni ketelitian, kecepatan, dan konsistensi teknik. Aspek-aspek tersebut dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas produk dan produktivitas industri.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang mendukung pelatihan ini, di antaranya PT Piramid Berkah Tobacco dan PR Cahaya Abadi Sejahtera.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah bekerja sama memberikan pelatihan pelintingan kepada para karyawannya. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri tembakau,” ujar Darmadi, Rabu (19/11).

Darmadi menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bersifat teknis, namun menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah. Pemanfaatan DBHCHT diarahkan pada program-program yang memiliki efek langsung pada keberlanjutan industri dan kesejahteraan pekerja.

“Peningkatan kualitas SDM adalah fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan industri tembakau di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat,” tegasnya.

Para peserta pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan kemampuan baru mereka untuk mendukung peningkatan kualitas produksi di perusahaan masing-masing. Dengan kompetensi yang lebih baik, pekerja dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing industri rokok di Kabupaten Blitar.

Darmadi menutup keterangannya dengan harapan bahwa pelatihan yang didukung DBHCHT ini dapat memberikan dampak jangka panjang.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan para peserta dapat terus meningkatkan kemampuan serta produktivitas agar mampu bersaing secara optimal di industri hasil tembakau nasional,” pungkasnya.