PMMBN Jawa Timur 1 Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Sekretariat DPRD Jatim untuk Penguatan Moderasi dan Bela Negara

Upaya penguatan moderasi beragama dan bela negara di tingkat daerah mulai diarahkan pada langkah yang lebih konkret dan terukur. Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) Jawa Timur 1 menjajaki kolaborasi strategis dengan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan kebangsaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan eksploratif antara pengurus PMMBN Jawa Timur 1 dan Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si., yang berlangsung pada 27 Januari 2026. Pertemuan ini membahas peluang sinergi antara gerakan mahasiswa dan birokrasi legislatif dalam merespons tantangan radikalisme, polarisasi sosial, serta dinamika kebangsaan di era digital.

Dalam diskusi tersebut, ditekankan pentingnya transformasi gerakan mahasiswa agar tidak berhenti pada wacana konseptual. Mahasiswa dinilai perlu meningkatkan kapasitas kelembagaan dan strategi advokasi agar nilai-nilai moderasi beragama dan bela negara dapat terintegrasi secara nyata dalam program-program pembangunan daerah.

Dr. Moh. Ali Kuncoro menyoroti bahwa gagasan besar hanya akan berdampak apabila diikuti dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan elemen mahasiswa, menjadi faktor penting dalam memastikan setiap inisiatif dapat menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Bagi PMMBN Jawa Timur 1, pembukaan jalur komunikasi dengan Sekretariat DPRD Jatim dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas ruang partisipasi mahasiswa dalam proses kebijakan publik. Melalui sinergi tersebut, aspirasi mahasiswa diharapkan dapat tersalurkan secara konstruktif sekaligus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Timur.

Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan baru gerakan mahasiswa yang lebih solutif dan kooperatif. Dengan mengedepankan kerja bersama antara aktivisme dan birokrasi yang profesional, PMMBN Jawa Timur 1 berupaya berkontribusi dalam menjaga Jawa Timur sebagai wilayah yang damai, moderat, dan memiliki ketahanan kebangsaan yang kuat.

banner 400x130

PMMBN UNUSA Dorong Kolaborasi Substantif Moderasi Beragama di DPRD Jawa Timur

Surabaya — Upaya penguatan moderasi beragama dan bela negara dinilai tidak cukup jika hanya berhenti pada ruang diskusi akademik. Menjawab tantangan tersebut, Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) Jawa Timur I melakukan kunjungan strategis ke Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (27/1/2026), sebagai bagian dari ikhtiar mempertemukan gagasan mahasiswa dengan proses perumusan kebijakan publik.

Kunjungan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai aktor intelektual yang aktif mengawal isu kebangsaan melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif. PMMBN menilai parlemen daerah merupakan ruang penting untuk menyinergikan nilai moderasi beragama dengan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, isu literasi politik menjadi sorotan utama. Akademisi hukum dan kebijakan publik, Dr. H. Fredi Purnomo, S.H., M.H., menekankan bahwa pemahaman politik yang memadai merupakan prasyarat bagi mahasiswa untuk menjaga kualitas demokrasi dan memastikan keberagaman tetap terlindungi dalam setiap regulasi.

Ketua Komisariat PMMBN UNUSA, Neng Himatul Aliyah, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan agar sejalan dengan nilai kebhinekaan. Menurutnya, tanpa pemahaman yang utuh terhadap proses legislasi, narasi moderasi beragama berisiko menjadi slogan tanpa dampak nyata.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Sekretaris DPRD Jawa Timur, Dr. Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si., yang menyoroti pentingnya tata kelola organisasi dan kerja tim dalam memastikan gagasan dapat diimplementasikan secara efektif. Ia menilai kolaborasi antara pemuda dan lembaga legislatif perlu dibangun secara berkelanjutan agar menghasilkan program yang terukur.

Bagi PMMBN UNUSA, kunjungan ini menjadi pijakan untuk mengembangkan praktik moderasi beragama di lingkungan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Keberagaman latar belakang mahasiswa dipandang sebagai potensi strategis untuk membangun budaya dialog, inklusivitas, dan saling menghormati.

Ke depan, PMMBN UNUSA menyatakan komitmennya untuk memperluas gerakan dari advokasi menuju aksi nyata di masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan pemangku kebijakan dinilai krusial dalam merespons tantangan radikalisme, polarisasi sosial, serta dinamika ruang digital. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, PMMBN berharap dapat berkontribusi secara konkret dalam menjaga persatuan dan memperkuat demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.

Kolaborasi Dunia Akademik dan Kepolisian, Polres Sumenep Tutup PKL Mahasiswa FH Wiraraja

SUMENEP – Polres Sumenep melaksanakan kegiatan penutupan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja Sumenep, bertempat di Ruang Video Conference (Vidcon) Lantai II Polres Sumenep, Senin (26/1/2026).

Kegiatan penutupan PKL tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta dihadiri oleh Kabag SDM Polres Sumenep Kompol Widiarti S.,S.H, Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Hukum Universitas Wiraraja, dan seluruh mahasiswa peserta PKL.

Dalam sambutannya, Kabag SDM Polres Sumenep Kompol Widiarti S.,S.H menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah melaksanakan PKL dengan baik selama berada di lingkungan Polres Sumenep. Diharapkan, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama PKL dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami praktik penegakan hukum secara langsung di lapangan.

Kompol Widiarti  juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi kepolisian dengan dunia akademik sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas di bidang hukum.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan M.HFakultas Hukum Universitas Wiraraja Dr. Moh. Zeinuddin.,S.H.,M.H menyampaikan terima kasih kepada para pihak di Polres Sumenep atas bimbingan, arahan, serta kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar dan berpraktik langsung di lingkungan kepolisian.

Dengan dilaksanakannya kegiatan penutupan ini, maka secara resmi program PKL Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja Sumenep di Polres Sumenep dinyatakan selesai.