Cara Kreatif Satlantas Blitar Tekan Kecelakaan, Wayang Turun ke Jalan

BLITAR — Suasana berbeda tampak di Simpang Empat Lovi, Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar, Senin (2/2/2026) pagi. Pengguna jalan tidak hanya disambut petugas kepolisian, tetapi juga dua tokoh pewayangan legendaris, Gatotkaca dan Werkudara, yang “turun gunung” menyapa pengendara.

Kehadiran dua ksatria Mahabharata tersebut merupakan bagian dari strategi kreatif Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar Kota dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal, kepolisian berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas dengan cara yang lebih humanis dan tidak menakutkan.

Filosofi di Balik Tokoh Wayang

Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, mewakili Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, menjelaskan bahwa pemilihan Gatotkaca dan Werkudara memiliki makna filosofis yang kuat.

Gatotkaca dikenal sebagai simbol kekuatan dan kesaktian. Namun, kehadirannya justru menjadi pengingat bahwa di jalan raya tidak ada manusia yang kebal terhadap risiko kecelakaan. Sementara itu, Werkudara melambangkan sosok pelindung dan pengayom, yang merepresentasikan peran polisi sebagai penjaga keselamatan masyarakat.

“Gatotkaca memang sakti dan bisa terbang, tetapi di jalan raya fatalitas kecelakaan tidak mengenal kekuatan atau status. Pesan ini yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat,” ujar AKP Agus Prayitno di sela kegiatan.

Edukasi Humanis dan Pembagian Helm Gratis

Selain melakukan sosialisasi, Gatotkaca dan Werkudara juga ikut membagikan helm gratis kepada anak-anak. Langkah ini diambil karena masih ditemui orang tua yang kurang memperhatikan penggunaan helm bagi anak saat berboncengan.

“Kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini. Anak-anak harus dilindungi, dan helm adalah kebutuhan utama,” tambahnya.

Operasi Keselamatan Semeru 2026

Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini difokuskan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang kerap disebabkan oleh:

  • Menerobos lampu lalu lintas,
  • Berkendara melebihi batas kecepatan,
  • Tidak menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm.

Pendekatan edukatif dengan sentuhan budaya lokal ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara tampak tersenyum dan mengapresiasi cara Satlantas Polres Blitar Kota menyampaikan pesan keselamatan secara persuasif dan bersahabat.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Blitar Kota berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat semakin meningkat sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan di jalan raya lebih terjamin.

banner 400x130

Satlantas Polres Sumenep Raih Penghargaan Terbaik I Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Triwulan III Tahun 2025

SUMENEP – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Polda Jawa Timur. Dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Data Pelanggaran Lalu Lintas (Dakgar Lantas) Semester II Tahun 2025 yang dilaksanakan di Polda Jawa Timur, Selasa (16/12/2025), Satlantas Polres Sumenep berhasil meraih Penghargaan Prestasi Kinerja Terbaik I Polres Tipe B dalam Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Triwulan III Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal Satlantas Polres Sumenep dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui langkah-langkah strategis, berbasis data, analisa, dan evaluasi yang terukur serta berkelanjutan.

Capaian ini mencerminkan komitmen Satlantas Polres Sumenep dalam mengimplementasikan program Kamseltibcarlantas secara konsisten, baik melalui kegiatan preemtif, preventif, maupun penegakan hukum lalu lintas yang humanis dan profesional di wilayah Kabupaten Sumenep.

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh personel Satlantas Polres Sumenep yang terus berupaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Penurunan angka kecelakaan menjadi prioritas utama kami, dengan mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis,” ungkap AKP Ninit.

Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan lalu lintas di wilayah hukum Polres Sumenep.

“Kedepan, kami akan terus memperkuat analisa dan evaluasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan guna mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Polres Blitar Mulai Operasi Zebra Semeru 2025, Targetkan Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas

BLITAR – Kepolisian Resor (Polres) Blitar secara resmi memulai Operasi Zebra Semeru 2025 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan di Blitar, Senin (17/11/2025). Operasi kepolisian terpusat ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 17 hingga 30 November 2025, sebagai upaya masif untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas menjelang akhir tahun.

Apel gelar pasukan tersebut menunjukkan sinergi kuat antar-lembaga, melibatkan personel dari TNI, Pemerintah Daerah, dan berbagai stakeholder terkait.

7 Pelanggaran Jadi Prioritas Penertiban

Sebanyak 64 personel Polres Blitar dikerahkan untuk fokus menertibkan tujuh jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi prioritas utama:

  • Tidak menggunakan helm SNI.
  • Pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman.
  • Menggunakan ponsel saat berkendara.
  • Melawan arus.
  • Berkendara di bawah umur.
  • Melebihi batas kecepatan.
  • Mengemudi dalam pengaruh alkohol

Kapolres Blitar, AKBP Arif, S.H., S.I.K., M.Si., dalam amanatnya menekankan pentingnya kesiapan dan sinergi bersama. Ia menyoroti bahwa Blitar sebagai jalur utama selatan Jawa Timur memiliki mobilitas kendaraan yang tinggi, yang secara langsung memengaruhi keselamatan di jalan raya.

Data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar mencatat lonjakan kasus yang mengkhawatirkan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, tercatat 414 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 85 korban meninggal dunia, 3 luka berat, dan 527 luka ringan. Angka ini menjadi dasar utama dilaksanakannya Operasi Zebra Semeru 2025.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan tiga langkah humanis: preemtif, preventif, dan represif. Penindakan pelanggaran akan didominasi oleh sistem digital, yaitu ETLE mobile sebesar 95%, sementara tilang manual diterapkan secara terbatas hanya 5% sesuai arahan Korlantas Polri.

Selain penindakan, edukasi publik digencarkan secara masif, menyasar sekolah, kampus, komunitas, serta memanfaatkan media massa dan media sosial.

Operasi ini juga digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Polres Blitar melalui penguatan layanan SIM, STNK, BPKB, dan digitalisasi pelayanan.

“Kami menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya dan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin serta tertib berlalu lintas demi terwujudnya keamanan dan keselamatan bersama,” tutup Kapolres Blitar.