POSBAKUM PRANAJA Resmi Lebarkan Sayap ke Kalimantan Timur, Target Bentuk Cabang di Seluruh Kabupaten/Kota Tahun Ini

Kalimantan Timur — Menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan akses keadilan di wilayah Kalimantan, khususnya bagi masyarakat kecil dan kaum buruh, Organisasi Bantuan Hukum POSBAKUM PRANAJA resmi melebarkan sayap organisasinya ke Provinsi Kalimantan Timur.

Langkah ini menjadi terobosan penting dalam upaya memperluas layanan bantuan hukum yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, seiring meningkatnya dinamika hukum akibat pesatnya pembangunan, industrialisasi, serta persoalan ketenagakerjaan dan agraria di wilayah tersebut.

Ketua Umum DPP POSBAKUM PRANAJA menegaskan bahwa kehadiran organisasi di Kalimantan Timur merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan masyarakat tidak kehilangan hak atas keadilan.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya kaum buruh dan kelompok rentan, mendapatkan pendampingan hukum yang layak. Kalimantan Timur memiliki tantangan hukum yang kompleks dan tidak boleh dibiarkan tanpa pengawalan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP POSBAKUM PRANAJA, Ofi Sasmita, menambahkan bahwa pihaknya menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur telah terbentuk kepengurusan cabang pada tahun ini.

“Kami berharap tahun ini seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur sudah memiliki kepengurusan cabang POSBAKUM PRANAJA. Tujuannya agar pelayanan bantuan hukum benar-benar hadir dekat dengan masyarakat,” ujar Ofi Sasmita melalui keterangan di media sosial.

Ia menilai pembentukan cabang di setiap daerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat respons hukum terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama buruh, masyarakat adat, dan kelompok ekonomi lemah.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Litigasi POSBAKUM PRANAJA, Advokat Sulikipani Thamrin, yang juga merupakan Direktur Indonesian Anti Corruption Associates (IACA), menegaskan bahwa kehadiran POSBAKUM PRANAJA di Kalimantan Timur juga membawa misi penguatan penegakan hukum dan agenda antikorupsi.

“POSBAKUM PRANAJA tidak hanya fokus pada pendampingan litigasi dan nonlitigasi, tetapi juga siap mengawal kasus-kasus yang berpotensi merugikan hak masyarakat dan keuangan negara. Sinergi dengan IACA menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas hukum di daerah,” tegas Adv. Sulikipani Thamrin.

Menurutnya, penguatan sumber daya advokat dan paralegal di setiap cabang akan menjadi prioritas agar masyarakat mendapatkan pendampingan hukum yang profesional, berani, dan berintegritas.

Perluasan POSBAKUM PRANAJA ke Kalimantan Timur ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh bantuan hukum tanpa diskriminasi.

Dengan langkah ini, POSBAKUM PRANAJA optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat kesadaran hukum masyarakat, serta mengawal hak-hak rakyat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Ridwan.

banner 400x130

K3 Jawa Timur dan K3 Kota Malang Perkuat Konsolidasi Organisasi Perantau Kalimantan

Malang, 25 Januari 2026 — Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Provinsi Jawa Timur bersama K3 Kota Malang menggelar pertemuan konsolidasi di Balai Serbaguna Masjid Sabilillah, Kota Malang, Minggu (25/1). Agenda ini menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi, silaturahmi, serta penyelarasan program kerja komunitas perantau asal Kalimantan di Jawa Timur.

Pertemuan dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus organisasi, serta perwakilan lintas generasi dari komunitas Kalimantan yang bermukim di Malang dan sekitarnya. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pengajian yang menekankan pentingnya persatuan, solidaritas, dan komitmen sosial di tengah kehidupan perantauan.

Ketua K3 Kota Malang, H. Syahrani, dalam sambutannya menegaskan peran strategis K3 Malang yang selama lebih dari tiga dekade dipercaya mengelola Asrama Mahasiswa Kalimantan di Kota Malang. Asrama tersebut menjadi fasilitas pendukung bagi mahasiswa asal Kalimantan yang menempuh pendidikan di Jawa Timur. Menurutnya, pengelolaan ini merupakan amanah yang dijaga secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi.

Sementara itu, Ketua Pembina K3 Jawa Timur, H. Makmun Hasan, memberikan apresiasi atas konsistensi K3 Kota Malang dalam menjaga soliditas komunitas. Ia menilai K3 Malang berperan penting sebagai penggerak persatuan perantau Kalimantan di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Ketua Harian K3 Jawa Timur, Dr. Asmirin Noor, memaparkan arah pengembangan organisasi ke depan. Ia menyampaikan bahwa K3 Jatim berkomitmen membangun organisasi yang inklusif dan representatif, dengan melibatkan perwakilan dari seluruh wilayah Kalimantan, meliputi Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara. Menurutnya, K3 diharapkan menjadi wadah bersama yang berorientasi pada nilai kebersamaan dan dampak sosial.

Dalam kesempatan tersebut, K3 Jawa Timur juga menyampaikan rencana pelaksanaan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan Pengurus K3 Jatim yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 di Islamic Centre Surabaya. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi lanjutan bagi seluruh jaringan K3 di Jawa Timur.

Pertemuan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, menjaga persatuan, serta meningkatkan peran organisasi dalam mendukung warga Kalimantan di perantauan. Konsolidasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan K3 sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang adaptif dan relevan.

(rn-ha)

D’Katiga Band, Nada Rindu Perantau Kalimantan yang Menggema dari Surabaya

Surabaya, Selasa (23/12/2025) — Nada-nada pertama yang mengalun di kediaman salah satu Pembina Kerukunan Keluarga Kalimantan Jawa Timur (K3 Jatim) bukan sekadar irama latihan musik. Lebih dari itu, ia menjadi penanda lahirnya sebuah ruang kebersamaan: D’Katiga Band, grup musik yang tumbuh dari kerinduan para perantau Kalimantan akan tanah leluhur mereka.

Band ini dibentuk oleh Bidang Pemuda, Olahraga, Seni, dan Budaya K3 Jatim sebagai wadah ekspresi seni yang berakar pada budaya Kalimantan. Seluruh personel berasal dari berbagai daerah di Kalimantan, dengan latar belakang suku, etnis, dan agama yang beragam, namun dipersatukan oleh satu semangat: melestarikan dan memperkenalkan budaya Kalimantan melalui musik.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari Bapak Peter Susilo, salah satu Pembina K3 Jatim, yang dengan tulus menyediakan tempat latihan dan alat musik secara cuma-cuma.

“Saya ingin warga Kalimantan yang beragam suku, etnis, dan agama bisa berbaur, berkarya, dan tidak kehilangan jati dirinya,” ungkapnya.

Semangat itu langsung direspons cepat oleh Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya K3 Jatim, Ikhwanus Sofa, bersama Wakil Ketua Bidang, Yoyok Hadisaputro, yang segera mengoordinasikan pembentukan personel dan memulai latihan perdana.

Latihan awal D’Katiga Band juga dihadiri Asmirin Noor, Ketua Harian K3 Jatim. Ia menilai kehadiran band ini sebagai jawaban atas aspirasi panjang diaspora Kalimantan di Jawa Timur.

“Di tengah modernitas, kita tetap harus punya akar. Musik bisa menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan budaya leluhurnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Asmirin Noor menggulirkan gagasan agar pemerintah provinsi di Kalimantan dapat secara berkala mengirimkan seniman daerah untuk melatih generasi muda di perantauan. Tak hanya musik, kerja sama juga dirancang untuk pengembangan seni tari, kesenian daerah, hingga olahraga bela diri tradisional seperti kuntau.

Dengan formasi yang kaya — mulai dari vokalis hingga multi-instrumentalis seperti Mbak Icha, Mbak Alda, Mbak Lilik, Mbak Yanti, Pak Peter, Mas Yoyok, Mas Daffa, Bang Sentot, dan Bang Riad — D’Katiga Band menatap masa depan sebagai lebih dari sekadar grup musik. Mereka hadir sebagai penjaga ingatan budaya, yang menghidupkan kembali nilai-nilai Kalimantan melalui harmoni nada.

Bagi D’Katiga Band, setiap dentuman drum, petikan gitar, dan lantunan vokal bukan hanya hiburan, melainkan doa dari perantauan—tentang rindu yang dirawat, jati diri yang dijaga, dan Kalimantan yang terus hidup dalam ingatan dan irama.

Perkuat Persatuan, FPK Provinsi Jatim Rangkul Kerukunan Keluarga Kalimantan

SURABAYA — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menjalin silaturahmi strategis dengan Kerukunan Keluarga Kalimantan Provinsi Jawa Timur (K3 Jatim) sebagai upaya memperkuat keterlibatan komunitas suku-suku asal Kalimantan dalam agenda pembauran kebangsaan di Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat I K3 Jatim, Taman Pondok Indah Blok AX Nomor 9–10, pada Jumat (19/12/2025).

Silaturahmi ini dihadiri langsung jajaran pengurus FPK Provinsi Jawa Timur, dipimpin Ketua FPK R.H. Muhammad Ali Zaini, didampingi Wakil Ketua I Ir. H. Muslim Hamzah, Wakil Ketua II Syuhada Endrayono, S.H., Bendahara Elizabeth Aprilliana Vega, serta sejumlah pengurus lainnya.

Sementara dari pihak K3 Jatim, hadir Ketua Pembina H. Makmun Hasan, Anggota Pembina Dr. Ir. Peter Susilo, S.H., M.H., Ketua Umum K3 Jatim Ir. H. Musnadi Bachtiar, M.M., Ketua Harian Asmirin Noor, S.E., M.M., Wakil Ketua Komisariat Kalimantan Tengah Noor Syailendra, Sekretaris Anisah, S.Hum., M.Hub.Int., serta Wakil Ketua Bidang Sosial Peranan Wanita Wahdini, S.E., M.M.

Pertemuan dibuka oleh Asmirin Noor selaku Ketua Harian K3 Jatim yang juga menjabat Sekretaris III FPK Provinsi Jawa Timur. Dalam pengantarnya, ia menegaskan pentingnya forum silaturahmi sebagai ruang komunikasi antarorganisasi kesukuan untuk memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial di Jawa Timur.

Dalam sesi penyampaian pandangan, Pembina K3 Jatim H. Makmun Hasan menyampaikan harapannya agar K3 Jatim dapat semakin aktif berkontribusi bagi kepentingan masyarakat Kalimantan yang berdomisili di Jawa Timur. Senada dengan itu, Ketua Umum K3 Jatim Musnadi Bachtiar mengungkapkan bahwa potensi warga Kalimantan di Jawa Timur cukup besar, namun belum seluruhnya terdata dan terorganisir secara optimal.

Anggota Pembina K3 Jatim, Peter Susilo, menekankan pentingnya penguatan kerja sama yang berkelanjutan antara K3 Jatim dan FPK Provinsi Jawa Timur, terutama dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman latar belakang budaya.

Sementara itu, Ketua FPK Provinsi Jawa Timur H. Muhammad Ali Zaini menegaskan peran FPK sebagai wadah strategis bagi organisasi-organisasi kesukuan untuk menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas sosial. Ia juga memaparkan bahwa dalam kurun waktu enam bulan terakhir, FPK Jawa Timur telah melaksanakan sedikitnya 23 kegiatan, baik pada skala nasional maupun lokal, sebagai bentuk komitmen nyata dalam pembauran kebangsaan.

Wakil Ketua FPK Muslim Hamzah dan Syuhada Endrayono turut menyampaikan berbagai aktivitas serta harapan FPK Jawa Timur ke depan, khususnya terkait perluasan partisipasi organisasi kesukuan dalam kegiatan kebangsaan.

Kegiatan silaturahmi ini ditutup oleh Asmirin Noor dengan penyampaian kesimpulan hasil pertemuan, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan antara FPK Provinsi Jawa Timur dan K3 Jatim.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intensif dalam membangun harmoni, persatuan, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam bingkai kebangsaan di Provinsi Jawa Timur.