Kasus BSPS Terjadi Lagi di Madura, Kali Ini di Bangkalan

JAKARTA — Dugaan penyimpangan dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali mencuat di Madura. Setelah sebelumnya ramai di sejumlah daerah, kini kasus BSPS terjadi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Program bantuan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu diduga diselewengkan sehingga memunculkan indikasi korupsi.

Inspektorat Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) secara resmi melaporkan indikasi penyimpangan serius dalam pelaksanaan BSPS kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Inspektur Jenderal PKP, Heri Jerman, kepada Unit Pengaduan Masyarakat KPK pada Senin (26/1/2026).

Kasus ini terkait pelaksanaan BSPS Tahun Anggaran 2025 yang diduga sarat manipulasi, mulai dari material fiktif, mekanisme pencairan dana yang tidak sesuai ketentuan, hingga dugaan permainan dalam pengadaan material.

“Ini bagian dari fungsi pengawasan kami terhadap program yang dibiayai APBN,” ujar Heri kepada Reportase News, Selasa (27/1/2026).

Program BSPS di Bangkalan dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa IV dengan total anggaran Rp24,98 miliar. Bantuan tersebut ditetapkan bagi 1.249 keluarga di 29 desa untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH).

Namun, hasil pengawasan internal Kementerian PKP menemukan adanya dugaan penyimpangan sistematis dalam implementasinya.

Bantuan Rumah Tak Tepat Sasaran, Bangkalan Diperiksa atas Penyimpangan BSPS

Berdasarkan pemeriksaan Inspektorat Jenderal bersama Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko (TKPR), sejumlah pelanggaran ditemukan, antara lain:

  • Material bangunan tidak pernah dikirim ke penerima
  • Material tidak sesuai rencana kerja (RAB)
  • Pembayaran bantuan melanggar mekanisme tahapan
  • Dugaan peminjaman nama toko bangunan untuk pencairan dana
  • Kuitansi diterbitkan meski material belum disalurkan
  • Material yang sudah dibayar diambil kembali
  • Kualitas material tidak memenuhi spesifikasi

Temuan tersebut berpotensi merugikan masyarakat penerima manfaat dan keuangan negara.

Sebagai langkah penyelamatan, Kementerian PKP memerintahkan pengembalian dana yang masih bisa diamankan. Berdasarkan laporan BP3KP Jawa IV, Rp22 miliar telah dikembalikan ke Kas Negara per 19 Januari 2026.

Namun, proses pengembalian dana tidak menghentikan tindak lanjut hukum. KPK kini mulai mendalami kasus ini untuk menelusuri dugaan tindak pidana korupsi dan pihak-pihak yang terlibat.

Kasus BSPS Bangkalan menjadi peringatan bahwa program bantuan sosial bernilai besar tetap rentan diselewengkan apabila pengawasan lemah. Dalam kondisi ini, masyarakat berpenghasilan rendah kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

banner 400x130

Warga Antusias Serbu Operasi Pasar Murah Pertama Kali Di Kedunggalar

NGAWI, RN – Operasi Pasar Murah pertama kali yang digelar Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi di halaman kantor Kecamatan Kedunggalar pada Jumat (28/11/2025) diserbu warga.

Sejak pagi ratusan warga sudah berjubel untuk berbelanja barang kebutuhan pokok yang telah disiapkan dengan harga relatif murah dibawah harga pasar.

Kepala Bidang Tata Niaga Perdagangan DPPTK Kabupaten Ngawi Susana Ika Herawati, SE mengatakan Operasi Pasar Murah baru kali pertama dilaksanakan di Kecamatan Kedunggalar. Sehingga tak mengherankan jika warga rele berjubel untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok yang dicari.

“Operasi Pasar Murah dilaksanakan di Kecamatan Kedunggalar karena adanya keinginan kuat dari warga. Terlebih belum pernah dilaksanakan sebelumnya,” kata Susana sapaan akrabnya.

Sejumlah komoditi barang kebutuhan pokok tersedia, diantaranya telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai hingga barang kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti sabun mandi dan sabun cuci. Harga komoditi barang yang dijual jauh dibawah harga pasar.

“Harga kebutuhan pokok yang kini harganya melambung adalah cabai mencapai 50 ribu per kilogram dan disini kita jual hanya 40 ribu,” lanjutnya.

Dengan adanya Operasi Pasar Murah yang telah dilaksanakan untuk ke 40 kalinya ini selama tahun 2025, DPPTK Kabupaten Ngawi berharap bisa menekan laju inflasi.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang memadati lokasi sejak pagi hari. Ratusan warga terlihat memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Seneng banget bisa beli telur ayam, minyak goreng, gula dan barang kebutuhan lainnya dengan harga sangat murah. Moga aja seringkali pasar murah digelar, sangat membantu dan meringankan warga,” ujar Sukinem, salah satu warga Dusun Pulorejo yang borong belanjaan.

Sementara itu, Camat Kedunggalar Dr. Arsad Ragandhi, S.IP., M.Sc sangat mengapresiasi gelaran Operasi Pasar Murah yang dilaksanakan oleh DPPTK Kabupaten Ngawi. Ia juga berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

“Kami ingin kegiatan seperti ini bisa bergulir terus karena sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Terlebih untuk mengatasi lonjakan harga pasar yang berimbas pada inflasi,” ungkap Camat Kedunggalar.(don)

Artikel Warga Antusias Serbu Operasi Pasar Murah Pertama Kali Di Kedunggalar pertama kali tampil pada Reportase News.