Jelang Ramadhan 1447 H, Satgas Pangan Kota Blitar Pastikan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Aman

BLITAR — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Satgas Pangan Kota Blitar memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Satgas Pangan yang terdiri dari Polres Blitar Kota dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar inspeksi mendadak (sidak), Rabu (28/1/2026).

Sidak dipimpin langsung oleh Kanit Pidekter Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito, S.IP., dengan menyasar dua lokasi strategis, yakni Pasar Pon Kota Blitar dan Gudang Agen Toko Bali Jaya.

Hasil pemantauan di Pasar Pon menunjukkan harga sejumlah komoditas pokok masih berada dalam batas wajar. Untuk beras medium, harga tercatat di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara beras premium di tingkat agen dijual seharga Rp14.700 per kilogram.

Adapun harga kebutuhan pokok lainnya di Pasar Pon sebagai berikut:

  • Bawang merah: Rp32.000/kg
  • Bawang putih: Rp34.000/kg
  • Cabai rawit merah: Rp52.000/kg
  • Daging sapi: Rp120.000/kg
  • Daging ayam: Rp36.000/kg
  • Telur ayam: Rp28.000/kg
  • Minyak Kita: Rp15.700/liter

Iptu Yuno Sukaito menegaskan bahwa secara umum stok bahan pangan di wilayah Kota Blitar dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan.

“Fluktuasi harga masih tergolong stabil. Kami juga telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan penyaluran beras SPHP dan Minyak Kita berjalan rutin, sehingga keseimbangan pasar tetap terjaga,” ujar Iptu Yuno.

Meski kondisi terpantau kondusif, Satgas Pangan menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif. Aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan praktik penimbunan, permainan harga, maupun pelanggaran distribusi yang merugikan masyarakat.

Satgas Pangan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying, karena ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 H dipastikan dalam kondisi aman.

banner 400x130

Distribusi BLT DD Kolor Sukses Digelar, Aparat dan BPRS Pastikan Proses Aman dan Terkendali

SUMENEP – Pemerintah Desa Kolor melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) pada Jumat, 5 Desember 2025. Penyaluran ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar serta menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Kegiatan penyaluran yang dipusatkan di Balai Desa Kolor tersebut berjalan dengan baik, tertib, dan tanpa kendala berarti. Bank BPRS bertindak selaku lembaga penyalur, memastikan proses verifikasi serta pencairan dana berlangsung sesuai prosedur. Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Kolor turut memberikan dukungan keamanan serta memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif dan teratur.

Pemerintah desa telah menyiapkan mekanisme antrean yang rapi sehingga warga penerima manfaat dapat hadir sesuai jadwal yang telah disampaikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan massa dan menjaga kenyamanan seluruh peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kolor, Novandri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat desa, pihak Bank BPRS, hingga aparat keamanan, atas kelancaran proses penyaluran BLT DD tahun berjalan. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan dana bantuan secara tepat guna.

“Kami berharap bantuan ini betul-betul dimanfaatkan sebagaimana mestinya, terutama untuk kebutuhan pokok keluarga dan hal-hal yang bersifat produktif. Jangan sampai dana BLT digunakan untuk kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi keluarga,” ujar Novandri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penggunaan dana bantuan, guna memastikan tujuan program BLT DD dapat tercapai secara optimal dan tepat sasaran.

Program BLT DD di Desa Kolor diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat yang membutuhkan.