Libur Usai, Aktivitas Belajar di SMP Negeri 3 Jombang Kembali Bergulir

JOMBANG – Setelah menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selama kurang lebih dua pekan, siswa-siswi SMP Negeri 3 Jombang kembali masuk sekolah pada Senin (5/1/2026). Hari pertama masuk sekolah disambut dengan suasana penuh semangat dan kegembiraan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera di halaman sekolah. Upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung dengan khidmat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala SMP Negeri 3 Diwek, Kabupaten Jombang, menyampaikan sambutan kepada seluruh siswa dan dewan guru. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan kembali menimba ilmu di sekolah.

“Syukur Alhamdulillah, pada hari ini Senin, 5 Januari 2026, kita dapat kembali berkumpul di sekolah dalam keadaan sehat walafiat. Anak-anak kembali masuk sekolah untuk menimba ilmu dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Dalam sambutannya, kepala sekolah juga menegaskan komitmen pihak sekolah untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan di tahun 2026, melanjutkan capaian positif yang telah diraih pada tahun sebelumnya.

“Di tahun 2026 ini, kita akan lebih giat dan terus berlomba meraih prestasi seperti yang telah kita capai di tahun 2025. Berbagai kegiatan positif akan tetap dilaksanakan demi memprioritaskan kemajuan pendidikan di sekolah yang kita cintai ini,” tambahnya.

Ia juga berharap lingkungan sekolah senantiasa mencerminkan nilai kebersamaan, keteladanan, dan solidaritas antarwarga sekolah sebagai fondasi utama dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif.

Upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa setelah seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menandai dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar di awal tahun 2026.

banner 400x130

Aktivitas TGC Ilegal Di Sungai Kalaena, AMMPL Akan Unjuk Rasa Di Mapolda Sul Sel

Metro Online–Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan Ancam Akan Melaksanakan unjuk rasa (unras) di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Mapolda Sulsel) dan didepan Kantor ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis(06/6/24).

Aksi Unjuk Rasa Yang Akan dilaksanakan Nantinya Pada Tanggal 12 Juni 2014 Akan Membawa Isu Central Yaitu minta Kapolres Luwu Timur AKBP Zulkarnain S.H SIK, MH dan Kasat Reskrim Polres Luwu Timur Iptu Achmad Alfian Nurrochim dicopot Oleh Karena menurutnya, kedua perwira tersebut tidak mampu memberantas tambang ilegal di Bumi Batara Guru,

Dalam tuntutan Aksi Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkugan Nantinya Adalah :

1. Meminta Kapolda Sul Sel Untuk Segera Menghentikan Seluruh Kegiatan Pertambangan Ilegal Galian C Dihilir Sungai Kalaena Luwu Timur

2. Meminta Kapolda Sul Sel Untuk Memeriksa Jajaran Polres Luwu Timur Yang di duga Melakukan Pembiaran Aktivitas TGC Ilegal Di Luwu  Timur

3. Meminta Dinas Esdm Untuk Memberikan Teguran Dan Tindakan Kepada Pelaku Usaha Tambang Galian C Ilegal Di Hilir Sungai Kalaena Luwu Timur

Anak Isu Gerekan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati lingkungan 

“Tangkap dan penjarakan pelaku tambang ilegal dan oknum yang bermain di belakangnya”

Musliadi Selaku Jendral Lapangan pada Aksi Unjuk Rasa tersebut Mengatakan menduga banyak oknum yang turut bermain dalam Aktivitas Galian C  ilegal di Luwu Timur Khususnya Di Hilir Sungai Kalaena Kecematan Kalaena Luwu Timur.

Sebab sampai hari ini, kata dia, tambang yang diduga kuat tidak mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) di Luwu Timur masih beroperasi seperti biasanya, Salah Satu Bukti Nyata Bahwa Pelaku Usaha TGC TH Melakukan Aktivitas Padahal TH Tidak Mengantongi IUP Baik Eksplorasi Maupun Oprasi Produksi

“Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan tidak boleh membiarkan pelaku kejahatan tambang ilegal merajalela mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri atas penderitaan dan keselamatan masyarakat, kerugian negara, serta kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan meminta pelaku harus dihukum seberat-beratnya tidak hanya dihukum penjara, didenda, akan tetapi sudah seharusnya dilakukan perampasan keuntungan. 

Muliadi Pula mengatakan pelaku juga akan dikenakan pidana berlapis, menjerat pelaku tambang ilegal ini dengan menerapkan pidana lingkungan hidup, agar hukumannya diperberat.

“Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan harus bersatu melawan kejahatan seperti ini,  penindakan tambang Galian C ilegal yang menimbulkan dampak lingkungan di Luwu Timur ” tutupnya.

Aksi Unjuk Rasa Yang Akan Dilaksanakan Nantinya Adalah Aksi Yang Akan Tetap Berkesinambungan Sampai Aktivitas Kegiatan Tambang Galian C Ilegal Yang Berada di Lokasi Hilir Sungai Kalaena Luwu Timur Di Tutup Permanen ” Ujar Musliadi Yang Merupakan. Putra Daerah Bumi Batara Guru

Sekedar Diketahui Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan Tergabung Dalam Beberapa Lembaga Advokasi, NGO, dan Aktivis Mahasiswa

Rilis (Bersambung

Aktivitas TGC Ilegal Di Hilir Sungai Kalaena, APH Dan ESDM SUL SEL Tutup Mata


Metro Online–Kegiatan Pertambangan Galian C Masih beraktivitas di Kecematan Kalaena  Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satunya yang terletak di Hilir Sungai Kalaena Kecematan Kalaena Luwu Timur yang diduga Milik TH Kamis 06 Mei 2024

Aktivitas pertambangan galian C Terus  dilakukan Sekalipun Belum Memiliki IUP Eksplorasi Maupun Operasi Produksi Bahkan Kegiatan Pertambangan Galian C Ini Seakan tidak Melawan Aturan dan Regulasi Hukum 

Bahkan, mirisnya Didekat Lokasi Tersebut Terdapat Kantor Polsek Mangkutana Resort Luwu Timur Tetapi Para Aparatur Penegak Hukum (APH) diduga bungkam akan keberadaan Galian C ilegal ini, entah kenapa tambang ini seakan akan kebal oleh hukum, sehingga mereka dengan santainya beroperasi tanpa dibayang-bayangi sanksi pidana yang menjeratnya.

Terpisah Awak Media Meminta Tanggapan Dari Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPPRI) Ardi Arisandi Menjelaskan Bahwa Pertambangan Tanpa Izin melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Dan Ini Harus Menjadi Atensi dari Pihak Aparat Penegak Hukum Yang Ada Di Luwu Timur ” Ujarnya Di Kantor DPN Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPPRI) Jl. Gatot Subroto Tallo Makassar

Kordinator Advokasi Tambang Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPPRI) Ardi Arisandi Menambahkan Bahwa Terkait Pelaku Usaha Yakni HM Dengan Nama Perusahan ATU  Yang Melakukan Aktivitas Di Hilir Sungai kalaena Luwu Timur menegaskan Bahwa Bukan Bagian dari Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPPRI) Tegasnya

” Saya Kembali Tegaskan Bahwa Itu Bukan Anggota ataupun Bagian Dari Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPPRI)”

Atas Nama Dewan Pimpinan Pusat Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPPRI) Meminta Kepada pihak Aparat Penegak Hukum Di Luwu Timur Untuk Memberikan Tindakan Tegas terhadap Para Pelaku Usaha Penambang Galian C di Hilir Sungai Luwu Timur ” Pintanya

Sebelumnya Pihak Media Meminta Komfirmasi Kepada Kanit Reskrim Polsek Mangkutana Tetapi Tidak ada Balasan Terkait Komfirmasi Awak Media Dan Hanya Meminta Agar Bisa Komunikasi Via Telpon 

Pihak  Awak Media Pula Meminta Komfirmasi Kanit Tipiter Satreskrim Polres Luwu Timur Tetapi Tidak Ada Balasan Seakan-Akan tidak ada tanggapan sama sekali, ( no coment ) Terhadap Kegiatan Aktivitas Tambang Galian C Yang di duga Ilegal Tersebut bahkan pelaku galian C tersebut masih saja nekat Melakukan Aktivitas Dilokasi Tersebut Hingga berita tayang.

Hingga hari ini pun pihak penambang masih saja beroperasi dan seakan akan meraa kebal hukum meskipun menambang tanpa di lengkapi dokumen perijinan pertambangan yang lengkap. 

Sehingga Berita Ini Tayang Awak Media Telah Meminta Komfirmasi Pula Ke Pihak ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Polsek Mangkutana Dan Unit Tipiter Satreskrim Polres Luwu Timur Sulawesi Selatan Tetapi Tidak Ada respon 

( Syarif )