30 Hari Kepemimpinan Azhari-Bambang – WWW.LIPUTAN7NEWS.COM %

LEBONG- Kabupaten lebong adalah salah satu Kabupaten di provinsi Bengkulu ya g dimekarkan berdasarkan undang undang nomor 39 Tahun 2003. Sejak berdirinya dimulai dari kepemimpinan Bapak Dalhadi Umar, Bapak Rosjhonsyah, Bapak Kopli Ansori, masyarakat lebong berharap lebong semakin maju dan masyarakat sejahtera, dengan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup hebat mulai dari tambang emas, batu bara, panas bumi, sungai, areal persawahan yang luas yang diharapkan dapat memajukan kabupaten lebong.

Ditahun 2024 kabupaten lebong salah satu Kabupaten yang sudah melaksanakan pemilihan kepala daerah, lebong mendapatkan pemimpin baru yaitu Bapak Azhari, SH, MH dan Bapak Bambang ASB, S. Sos, M. Si, sebagai Bupati dan Wakil Bupati lebong untuk periode 2025-2030 yang dilantik pada 20 Februari 2025 di jakarta oleh bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.

Dengan jargon perubahan, Bupati dan wakil bupati lebong memulai menjalankan tugas di kabupaten lebong, sudah satu bulan lebih menjalankan tugas di 100 hari kerja, banyak yang menjadi sorotan di tengah tengah masyarakat Terkait dimasa kepemimpinan bapak Azhari – Bambang, perubahan yang diharapkan bagi masyarakat tetapi bulum dapat di buktikan, berbagai komentar didapat awak media dari beberapa masyarakat diantaranya adalah inisial RN (30) warga dari kecamatan lebong atas diwawancarai awak media menyampaikan bahwa dikepemiminan pak Bupati yang baru belum menunjukkan perubahan, saya contohkan pelayanan publik masyarakat semakin terganggu akibat kisruh dari kepemimpinan pjs kepala desa yang menjadi gonjang ganjing, Imbasnya hingga saat ini dana desa tidak bisa cair, sedangkan dalam dana desa terdapat BLT untuk masyarakat, honor perangkat desa yang menjelang lebaran biasanya bisa cair ini saya rasa tidak bisa di cairkan, sedangkan banyak Terkait di anggaran dana desa untuk kepentingan masyarakat umum dan juga bisa memengaruhi perutaran perekonomian masyarakat menjelang lebaran, pak bupati harus fokus jangan sibuk dengan kegiatan yang sifatnya keorganisasian tetapi harus mengutamakan yang Terkait kepentingan khalayak umum, jelasnya.

Selanjutnya komentar dari masyarakat kecamatan lebong sakti, TN (47) meminta kepada pak buati lebong sesuai dengan jargon perubahan, harus segera mengambil sikap tegas, mulai dari tatanan pemerintahan Kabupaten hingga yang Terkait ada oknum oknum yang mengaku keluarga bapak buati maupun ibu bupati yang seolah bisa mengatur atau mengkondiaikan jabatan, memanfaatkan jabatan bapak bupati untuk kepentingan pribadinya sendiri.

Komentar juga datang dari ketua Ormas garbeta saudara dedi mulyadi, Terkait kepemimpinan bapak bupati lebong saat ini, kita berharap bapak bupati bisa menjadi janjinya sebagai mana jargon “Perubahan” Kalau kita dengar dan dapat info dari masyarakat saat ini belum ada tanda tanda perubahan, apa yang dilaksanakan bupati saat ini masih sama bila di. Bandingkan dengan kepemimpinan bupati sebelumnya, saya mengingatkan dengan bapak bupati dan wakil bupati lebong, bapak dipilih rakyat, tidak cukup hanya keluarga yang memilih bapak bisa memenangkan pemilihan kepala daerah, jadi baak harus bisa mengutamakan kepentingan umum (rakyat) dari pada kepentingan keluarga, dan keluarga untuk harus sadar diri bahwa kabupaten lebong ini milik seluruh masyarakat lebong, jadi yang diutamakan harus kepentingan umum bukan kepentingan keluarga, sejak dimulai menjalankan tugas saya belum melihat ada tanda tanda perubahan sebagaimana yang di janjikan saat masa kampanye. (Ded)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *