Pohon Tumbang di Jalan Basuki Rahmad, Polsek Sumenep Kota Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

SUMENEP — Sebuah pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang terjadi pada Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Basuki Rahmad, tepatnya di depan TK Wijaya Kusuma, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Sumenep Kota bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah kemacetan serta mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kabupaten Sumenep, PLN, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep.

BPBD–Polsek–PLN–Dishub Keroyok Evakuasi Pohon Tumbang di Basuki Rahmad

Kapolsek Sumenep Kota, AKP Maliyanto Effendi, S.H., M.H., bersama tiga personel Polsek Sumenep Kota turun langsung ke lokasi guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama proses evakuasi dan pemotongan batang pohon berlangsung.

Proses penanganan melibatkan petugas BPBD, PLN, Dishub, serta dukungan masyarakat setempat. Berkat sinergi seluruh pihak, pohon tumbang berhasil dievakuasi dengan cepat dan arus lalu lintas kembali normal.

Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan berjalan aman dan lancar, serta selesai pada pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Sumenep Kota, AKP Maliyanto Effendi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kejadian serupa demi keselamatan bersama.

banner 400x130

Listrik Padam Seharian, Warga Keluhkan Respons Lambat PLN

SUMENEP — Warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan lambatnya penanganan petugas PLN setelah tiang listrik roboh dan mengakibatkan pemadaman sejak Rabu pagi (14/01/2026) hingga malam hari listrik belum juga kembali menyala.

Berdasarkan informasi lapangan, pemadaman dipicu oleh pohon besar roboh yang menimpa jaringan listrik PLN, sehingga satu tiang listrik ambruk dan satu tiang lainnya mengalami retak di perbatasan Desa Tengedan–Aeng Merah.

Akibat kejadian itu, aliran listrik padam di sebagian wilayah desa dan memicu keresahan warga.

Krisis Listrik Aeng Merah: Infrastruktur Roboh, Komunikasi PLN Mandek.

Salah satu warga setempat, Hosen, bersama istrinya Arna, mengaku khawatir karena tiang yang retak berada dekat rumahnya dan berpotensi menimpa bangunan saat malam hari.

“Area baremmah cong, sengkok takok tedunga eroma, takok ekaroppuwi. Mayuk cong telpon petugassa. Ini gimana cong, aku takut mau tidur di rumah takut keitiban tiang,” ujarnya kepada wartawan dengan nada cemas, Rabu malam (14/01/2026).

Warga menilai tindakan PLN lambat karena hingga malam hari belum ada kepastian penanganan maupun informasi resmi kepada masyarakat mengenai progres perbaikan.

“Jika telat bayar diputus, kalau ada kejadian seperti ini dibiarkan begitu saja,” keluh seorang warga lainnya.

Masyarakat juga meminta pihak PLN memberikan informasi yang jelas apabila terdapat kendala teknis, agar masyarakat tidak merasa diabaikan dan kecewa terhadap layanan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, petugas PLN telah mengetahui keberadaan tiang roboh dan retak tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari PLN terkait alasan keterlambatan maupun estimasi perbaikan.

Warga berharap PLN bergerak cepat (gercep) untuk memperbaiki jaringan dan mencegah kemungkinan bahaya, terutama mengingat posisi tiang yang rentan menimpa rumah warga.