Aksi Bacok Maut di Lenteng Sumenep, Pelaku Kabur

SUMENEP — Kepolisian Resor Sumenep melalui Polsek Lenteng tengah melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Kamis (29/1/2026).

Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di jalan kampung Dusun Gunung Malang I, RT 002 RW 003, Desa Lenteng Barat. Seorang pria berinisial M dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh.

Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian, kejadian bermula saat korban mengangkut hasil panen jagung dari sawah menuju rumah warga. Setelah itu, korban kembali hendak menuju sawah. Namun, saat melintas di jalan kampung, korban berpapasan dengan seorang pria berinisial L yang diduga sebagai pelaku.

Diduga tanpa alasan yang jelas, terduga pelaku tiba-tiba melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis sabit. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah selatan hingga ke halaman rumah warga. Namun, korban akhirnya terduduk di teras rumah tersebut dalam kondisi luka parah dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Usai melakukan aksinya, terduga pelaku dilaporkan melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian.

Petugas Polsek Lenteng bersama Satreskrim Polres Sumenep segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih fokus pada proses penyelidikan serta pengejaran terduga pelaku.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap terduga pelaku. P.s.bsapan pasal dan status hukum akan dilakukan setelah seluruh rangkaian penyidikan terpenuhi,” tegas AKBP Anang Hardiyanto.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan resmi.

banner 400x130

Pembunuhan Mertua di Blitar: Menantu Habisi Sariyah dengan Gunting, Motif Dendam dan KDRT

BLITAR — Kasus pembunuhan menggegerkan warga Dusun Setinggil, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, pada Senin (26/1/2026) malam. Seorang wanita muda berinisial NV (21) diduga menghabisi nyawa mertuanya, Sariyah (70), menggunakan gunting setelah diduga mengalami tekanan dan perlakuan tidak menyenangkan di dalam rumah.

Peristiwa ini pertama kali diketahui ketika anak korban, Yulfa Nurohman (40), pulang dari bekerja sekitar pukul 22.00 WIB. Ia mulai curiga setelah melihat sepeda listrik milik ibunya hilang. Saat memeriksa kamar, ia menemukan ibunya sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan luka tusuk di bagian leher.

Motif Dendam: Sering Dimaki dan Diusir dari Rumah

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, menyampaikan bahwa kasus ini memiliki motif personal. Berdasarkan pemeriksaan, NV mengaku sering dimaki, diusir, dan tidak disukai oleh korban.

“Tersangka NV kerap dimaki dan diusir oleh korban yang memang tidak menyukai keberadaannya di rumah tersebut,” ujar AKBP Kalfaris dalam konferensi pers, Selasa (27/1/2026).

Puncak emosi tersangka terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, ketika korban disebut sempat mengacungkan gergaji sambil menyuruh NV keluar dari rumah. Kondisi tersebut memicu eskalasi konflik domestik yang berujung fatal.

Kronologi Pembunuhan: Cekik, Tekan Bantal, hingga Tikaman Berulang

Dalam kondisi emosi tidak terkendali, NV diduga mendorong korban ke tempat tidur, kemudian mencekik menggunakan tangan dan menekan bantal ke wajah mertuanya.

Tidak berhenti di situ, NV mengambil gunting berwarna hitam yang berada di kasur dan menusukkan ke tubuh korban:

  • Leher: 3 kali
  • Perut: 2 kali
  • Lengan: 1 kali

Usai memastikan korban tidak bergerak, NV meninggalkan lokasi sambil membawa anaknya yang masih balita.

Hasil Pemeriksaan Medis: Penyebab Kematian Akibat Asfiksia

Meskipun terdapat luka tusuk, tim medis menyimpulkan penyebab utama kematian adalah gangguan pernapasan (asfiksia).

Temuan forensik meliputi:

  • Kekerasan tumpul pada leher
  • Resapan darah pada otot bagian depan leher
  • Luka memar akibat cekikan
  • Seluruh luka tusuk bersifat antemortem (sebelum korban meninggal)

Proses Hukum: Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

  • Gunting hitam
  • Sprei berlumuran darah
  • Sisa uang tunai Rp100 ribu

NV dijerat pasal berlapis, termasuk Pasal 458 ayat (1) KUHP dan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Blitar Kota mengimbau masyarakat agar konflik rumah tangga diselesaikan melalui komunikasi, mediasi, atau pihak ketiga, guna mencegah eskalasi kekerasan domestik yang dapat menghilangkan nyawa.

Kasus ini menambah daftar pembunuhan bermotif domestik di Jawa Timur, yang sekaligus menjadi alarm tentang pentingnya pencegahan KDRT dan dukungan psikososial dalam lingkungan keluarga.

Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Tewas di Situbondo, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Situbondo — Kepolisian masih menyelidiki secara mendalam kasus meninggalnya tiga anggota satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah mereka di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut diketahui pada Minggu (28/12/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengungkapkan, ketiga korban masing-masing bernama Muhammad Hasim (58), Suningsih (38), dan Umi Rahmania (18). Ketiganya merupakan satu keluarga yang tinggal serumah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), dua korban perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidur, sementara korban laki-laki ditemukan di area kamar mandi yang berada di bagian dapur rumah.

“Dari hasil olah TKP sementara, ketiga korban diduga mengalami luka sayatan benda tajam di bagian leher,” ujar AKP Agung Hartawan, seperti dilansir Antara.

Petugas juga menemukan sebilah pisau di lokasi kejadian yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh temuan masih bersifat awal dan akan didalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan.

AKP Agung menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan indikasi kehilangan barang milik korban. Sementara itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar rumah korban saat ini tengah diperiksa, meskipun diduga tidak aktif atau dalam kondisi mati saat kejadian berlangsung.

“Untuk memastikan penyebab kematian serta jenis luka secara detail, kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo,” katanya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.

(rn-ha)