SUMENEP – Sorotan publik muncul setelah beredar informasi dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam proses pembangunan KDMP di sejumlah desa di Kabupaten Sumenep. Informasi tersebut menyebut adanya dugaan pemotongan serta keterlibatan kepala desa yang berperan sebagai mandor proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa warga menilai pembangunan proyek KDMP terkesan dipaksakan sehingga menimbulkan kecurigaan adanya kendali oknum di lapangan.
“Jika awal pembangunan saja sudah seperti ini, ke depan nanti bagaimana? Katanya tujuan program KDMP untuk memperkuat perekonomian desa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Program KDMP merujuk pada instruksi regulatif melalui Instruksi Presiden Nomor 9 dan Nomor 17 Tahun 2025, Permendesa PDT Nomor 10 Tahun 2025, serta kebijakan Dana Desa 2026. Nilai pembangunan KDMP mencapai Rp3 miliar per koperasi dengan tenor maksimal enam tahun, dan angsuran dipotong melalui Dana Desa.
Seorang informan menyebut bahwa pengkondisian dan verifikasi proyek diduga dikendalikan oleh anak mantan anggota DPRD Sumenep berinisial R. Selain itu, pembangunan di sejumlah desa diduga berdiri di atas lahan yang belum jelas statusnya dan berada pada lokasi yang tidak strategis.
“Seharusnya disiapkan dulu site plan, disosialisasikan, dan dimusyawarahkan bersama masyarakat, bukan hanya rapat internal. Jadi, tugas dan fungsi Koordinator Kabupaten dipertanyakan,” ujar sumber tersebut.
Informasi resmi menyebut bahwa posisi Koordinator Kabupaten (Korkab) atau tim percepatan pembangunan KDMP semestinya berada pada PT Agrinas, Pemda, Dinas Koperasi, dan aparat kewilayahan, bukan oknum perorangan.
Sementara itu, seorang kepala desa di Sumenep mengakui adanya oknum yang melakukan koordinasi terhadapnya terkait proyek tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai peran oknum tersebut.
“Koordinasi ini untuk pengawalan dan pemantauan agar pendirian serta operasional KDMP berjalan sesuai target pemerintah pusat,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai isu dugaan koordinator siluman dalam pembangunan KDMP tersebut.

















Perjalanan dinas