Cerita Hangat di Balik Karangan Bunga HUT PT Wantech Indonesia Jaya

BLITAR — Pemandangan tak biasa tampak di depan kantor PT Wantech Indonesia Jaya, Rabu pagi. Di antara deretan papan ucapan dari mitra dan relasi bisnis, sebuah karangan bunga justru mencuri perhatian karena datang dari tempat yang sederhana namun penuh makna: Warung Bambu Barokah.

Karangan bunga bernuansa biru cerah dengan rangkaian bunga segar itu bertuliskan, “Selamat & Sukses PT Wantech Indonesia Jaya, Happy Anniversary 12th.” Bukan hanya isi pesannya yang hangat, tetapi juga identitas pengirimnya—sebuah warung makan lokal yang akrab dengan keseharian para karyawan perusahaan tersebut.

Di tengah dunia industri yang identik dengan relasi formal dan transaksi bisnis, kehadiran ucapan dari Warung Bambu Barokah menjadi simbol bahwa hubungan kerja dapat tumbuh menjadi ikatan sosial yang tulus.

Bagi banyak karyawan PT Wantech Indonesia Jaya, warung tersebut bukan sekadar tempat makan. Di sanalah cerita lelah dibagi, canda dilepas, dan energi dipulihkan setelah jam kerja panjang. Selama lebih dari satu dekade, Warung Bambu Barokah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan perusahaan.

Gestur sederhana ini mencerminkan kuatnya hubungan timbal balik antara perusahaan dan pelaku usaha mikro di sekitarnya. Sebuah contoh nyata simbiosis yang jarang diekspresikan secara terbuka.

“Ini bentuk apresiasi yang jarang kita lihat. Karangan bunga dari warung makan kepada perusahaan besar menunjukkan adanya hubungan yang sehat dan saling menguatkan,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.

Pesan yang tersirat jelas: keberhasilan PT Wantech Indonesia Jaya selama 12 tahun tidak berdiri sendiri, melainkan turut menggerakkan roda ekonomi dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, termasuk pedagang kecil.

Memasuki usia ke-12, PT Wantech Indonesia Jaya tak hanya menerima doa kesuksesan, tetapi juga pengakuan sebagai bagian dari komunitas yang tumbuh bersama masyarakat.

Karangan bunga dari Warung Bambu Barokah menjadi simbol bahwa dalam ekosistem ekonomi lokal, setiap peran—besar maupun kecil—memiliki arti penting. Sebuah perayaan sederhana, membumi, dan sarat nilai kebersamaan.

banner 400x130

Wujudkan Pelayanan Humanis, Satlantas Polres Blitar Kota Sosialisasikan Program ‘Polantas Menyapa’

BLITAR – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar Kota terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, melalui program bertajuk “Polantas Menyapa,” korps sabuk putih tersebut berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan ramah bagi masyarakat.

Sosialisasi program ini dilaksanakan langsung di Kantor Bersama Samsat Blitar Kota pada Jumat (30/01/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan para wajib pajak mendapatkan pengalaman mengurus administrasi kendaraan bermotor dengan lebih nyaman dan tanpa kendala.

Fokus pada Kenyamanan Wajib Pajak

Kasat Lantas Polres Blitar Kota, melalui Kasi Humas AKP Samsul Anwar, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi nyata dari pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Kami menyiapkan sarana dan prasarana yang lengkap bagi wajib pajak, didukung oleh personel yang ramah dan tanggap. Tujuannya jelas, untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor,” ujar AKP Samsul Anwar dalam keterangannya.

Membangun Kepercayaan Publik

Lebih lanjut, AKP Samsul menekankan bahwa pendekatan humanis merupakan kunci utama dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dengan komunikasi yang baik antara petugas dan warga, diharapkan citra profesionalisme Polri semakin kuat.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung. Melalui ‘Polantas Menyapa’, pelayanan yang profesional dan humanis menjadi standar utama kami,” tambahnya.

Perluas Jangkauan Layanan

Selain optimalisasi di kantor Samsat dan Satpas, Polres Blitar Kota juga terus menggalakkan layanan SIM Keliling. Layanan jemput bola ini ditujukan bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor pusat. Dengan adanya layanan keliling, proses perpanjangan SIM diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Program inovatif ini merupakan bagian dari komitmen besar Polres Blitar Kota dalam mendukung transformasi pelayanan publik yang modern dan transparan, selaras dengan kebutuhan masyarakat di era digital saat ini.

Oksigen Hampir Habis, Polsek Udanawu Kawal Ambulans Pasien Sesak Napas ke RS Bhayangkara Kediri

BLITAR — Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Udanawu, Polres Blitar Kota, saat menangani kondisi darurat medis seorang warga yang mengalami gangguan pernapasan akut.

Pada Rabu malam (28/01/2026), polisi melakukan pengawalan ketat terhadap ambulans desa yang membawa pasien penderita asma menuju RS Bhayangkara Kediri, karena persediaan oksigen hampir habis.

Pengawalan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, kondisi pasien dinilai kritis dan membutuhkan penanganan medis segera, sementara fasilitas kesehatan terdekat tidak memiliki peralatan penunjang yang memadai.

Kapolsek Udanawu AKP Achmad Rochan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, dua personel piket langsung diterjunkan ke lapangan menggunakan kendaraan dinas untuk membuka jalur bagi ambulans agar perjalanan menuju Kediri berlangsung tanpa hambatan.

“Informasi yang kami terima, kondisi pasien cukup mengkhawatirkan dan oksigen di ambulans hampir habis. Karena ini menyangkut keselamatan jiwa, kami langsung lakukan pengawalan,” ujar AKP Achmad Rochan.

Pengawalan dilakukan secara intensif guna memastikan ambulans dapat melaju cepat dan aman, melewati sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas.

Berkat pengawalan kepolisian, ambulans berhasil tiba di RS Bhayangkara Kediri tepat waktu. Setibanya di rumah sakit, pasien langsung mendapat penanganan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) oleh tim medis.

Langkah cepat ini dinilai krusial dalam mencegah risiko yang lebih fatal akibat kekurangan oksigen selama perjalanan.

AKP Achmad Rochan menegaskan bahwa tindakan pengawalan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam situasi kemanusiaan.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Polri akan selalu hadir dan siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat, kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi kepolisian apabila menghadapi situasi darurat di jalan raya yang memerlukan bantuan cepat.

Jelang Ramadhan 1447 H, Satgas Pangan Kota Blitar Pastikan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Aman

BLITAR — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Satgas Pangan Kota Blitar memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Satgas Pangan yang terdiri dari Polres Blitar Kota dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar inspeksi mendadak (sidak), Rabu (28/1/2026).

Sidak dipimpin langsung oleh Kanit Pidekter Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito, S.IP., dengan menyasar dua lokasi strategis, yakni Pasar Pon Kota Blitar dan Gudang Agen Toko Bali Jaya.

Hasil pemantauan di Pasar Pon menunjukkan harga sejumlah komoditas pokok masih berada dalam batas wajar. Untuk beras medium, harga tercatat di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara beras premium di tingkat agen dijual seharga Rp14.700 per kilogram.

Adapun harga kebutuhan pokok lainnya di Pasar Pon sebagai berikut:

  • Bawang merah: Rp32.000/kg
  • Bawang putih: Rp34.000/kg
  • Cabai rawit merah: Rp52.000/kg
  • Daging sapi: Rp120.000/kg
  • Daging ayam: Rp36.000/kg
  • Telur ayam: Rp28.000/kg
  • Minyak Kita: Rp15.700/liter

Iptu Yuno Sukaito menegaskan bahwa secara umum stok bahan pangan di wilayah Kota Blitar dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan.

“Fluktuasi harga masih tergolong stabil. Kami juga telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan penyaluran beras SPHP dan Minyak Kita berjalan rutin, sehingga keseimbangan pasar tetap terjaga,” ujar Iptu Yuno.

Meski kondisi terpantau kondusif, Satgas Pangan menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif. Aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan praktik penimbunan, permainan harga, maupun pelanggaran distribusi yang merugikan masyarakat.

Satgas Pangan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying, karena ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 H dipastikan dalam kondisi aman.